PPKM DITERAPKAN PRESIDEN? JANGAN PANIK

Pemerintah akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM darurat di Jawa dan Bali mulai 3 Juli hingga 20 Juli mendatang.

Pada awal pandemi Covid-19, kebijakan tersebut adalah pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Lalu, tahun ini pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM. PPKM digunakan pemerintah untuk menggantikan istilah PSBB. Kebijakan dalam PPKM dinilai pemerintah sebagai upaya menangani pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai ini.

Presiden Joko Widodo menilai kunci dari urusan ekonomi saat ini adalah penanganan COVID-19 yang baik. Karena itu, PPKM darurat diberlakukan demi menekan lonjakan jumlah kasus Corona. “Oleh sebab itu, kebijakan PPKM darurat mau tidak mau kita harus lakukan karena kondisi-kondisi tadi yang saya sampaikan,” kata Jokowi saat membuka Munas Kadin di Kendari seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (30/6/2021). Jokowi mengatakan pemberlakuan PPKM darurat ini bertujuan menekan laju penularan Corona. Ada sejumlah kabupaten dan provinsi di Jawa dan Bali yang bakal menerapkan PPKM darurat.

Berikut video putuskan PPKM darurat : https://www.youtube.com/watch?v=nbTguNnjYwM

Aktivitas Penguatan PPKM jadi PPKM darurat :

  1. Kegiatan perkantoran akan kembali dilakukan dari rumah

Pada daerah dengan penerapan PPKM darurat, aktivitas perkantoran di zona merah hanya diperbolehkan sebanyak 25 persen dari total kapasitas. Sementara itu, bagi wilayah zona oranye, kuning, dan hijau COVID-19, masyarakat yang diperbolehkan bekerja langsung dari kantor (WFO) hanya sebesar 50 persen dari total kapasitas.

2. Aktivitas belajar mengajar dilakukan daring

Pemberlajaran di zona merah wajib secara daring, serta untuk zona lainnya dapat menyesuaikan antara daring maupun tatap muka.

3. Pusat perdagangan di tutup sementara

Dalam PPKM Mikro, mall dapat buka maksimal hingga pukul 20.00 dengan kapasitas maksimal 25 persen pengunjung.

4. Pasar swayalan dan Supermarket masih bisa beroperasi

Jam operasional maksimal pukul 20.00. Kapasitas pengunjung yang diperbolehkan adalah maksimal 50 persen kapasitas. Sementara itu, toko obat maupun apotek juga tetap beroperasi hingga 24 jam.

5. Pengurangan kapasitas di transportasi umum

kapasitas transportasi umum, baik angkutan massal, taksi konvensional maupun daring, maksimal sebanyak 70 persen dengan protokol kesehatan ketat.

6. Fasilitas umum ditutup sementara

Area publik di zona merah ditutup sementara. Sementara itu, di zona lainnya masih diperbolehkan beroperasional dengan maksimal 25 persen kapasitas.